Emmy Kuswandari
Badan Pengurus Pusat, di Perhumas
 
Facilitator/Co-Facilitator

I am a communication strategist, specializing in communications and public relations. A former journalist for 11 years. I have over 14years of experience designing, developing, implementing, and coordinating outreach programs to business pillars in my professional life.

Mostly focused on conceptualizing and developing core information materials and organization design. Also to educate key audiences about the organization through various communication mediums and identify and track activities and developments that may be used to generate publicity and create an information resource for use in outreach activities. I have a good relationship with the journalist, editors, and chief editor at national media.

I like volunteer activities. Either with young people or the communities. This balances my life. And learning facilitation makes me more effective in communicating and making sustainable programs.

In this facilitation, I am a learner

Ringkasan
Memfasilitasi sejak 2017 dengan 4 kali pengalaman memfasilitasi
Terakhir memfasilitasi 28 Apr 2021
Paling sering memfasilitasi Lokakarya (2 kali) dalam lingkup Sesi (2 kali), di area Forum Multipihak (2 kali), sektor Government and Public Sector (2 kali), industri Education (2 kali), bidang Creativity and Innovation (1 kali),
Emmy tertarik bermitra dengan Anda dalam memfasilitasi Lokakarya (Workshop), Lokakarya (Workshop) dan Pengembangan Tim (Team Building) di sektor Swasta (Profit), Pemerintahan dan Layanan Publik (Government and Public Sector) dan Swasta (Profit) di industri Layanan publik (Public service), Keuangan (Finance) dan Manufaktur (Manufacturing)
Beberapa pengalaman mungkin belum tercatat, silakan konfirmasi ke Emmy
 
Pengalaman
4. Public Relations in Disrutive Era, Membangun Komunikasi Efektif untuk Humas Karya di Serikat Jesus
Online 28 April 2021 Sebagai Lead Facilitator Belum tervalidasi

Kesan apa yang muncul ketika mendengar nama Serikat Jesus? Nama besar yang barangkali yang seringkali identik dengan keseriusan, urusan surga, lembaga yang kaku. Barangkali begitu kesan awal kita, terlebih ketika tidak berintekasi intensif dengan mereka. 

Dalam serikat Jesus ini terdapat tiga kategori humas yaitu humas  pendidikan, humas gereja dan humas pelayanan sosial. Masing-masing  mengomunikasiakn karya-karya yang diselenggarakan. Ini sangat menarik, bagaimana agar lembaga-lembaga yang kesannay serius ini tetap bisa berkomunikasi dengan cair, nyaman dan kekinian. 

Sebetulnya ini menjadi tantangan tersendiri, karena tidak setiap pic yang terlibat memiliki latar belakang public relation atau bekal PR yang memadai. Terlebih di era media sosial saat ini. 

Kelas ini dilakukan untuk beberapa kali perjumpaan dengan materi pembelajaran yang berbeda-beda, sekaligus dilengkapi dengan aplikasinya. 

3. “Lokakarya - Portofolio Investasi Lestari: Indeks Daya Saing Daerah Berkelanjutan”
Online 17 - 19 Feb 2021 Sebagai Co-Facilitator Belum tervalidasi

Setiap daerah ingin investasi masuk ke wilayah mereka. Tetapi kadang, pemangku kepentingan di daerah tidak memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi  calon investor, bagaimana berkomunikasi dengan mereka bahkan apa  yang seharusnya ditawarkan dari daerah mereka kepada investor. 

Kegiatan lokakarya ini  untuk mendukung  pemangku  kepentingan di beberapa wilayah seperti Badung, Tana Tidung dan 
Musi Banyuasin  sebagai daerah dengan indeks investasi paling tinggi di Indonesia untuk bisa menggali potensi investasi dan membuka jalur-jalur komunikasi dengan calon investor. Masing-masing wilayah ini  juga diwakili oleh: 

  1. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
  2. Dinas Penanaman Modal dan Perizinan
  3. Sekretaris Daerah Bagian Perekonomian & Penanaman Modal
  4. Asosiasi Pengusaha (KADIN)

Fasilitasi yang dilakukan diharapkan bisa memberikan penguatan kapasitas dalam mendorong keberhasilan investasi di daerah-daerah tersebut. 

2. Masterclass Investasi Lestari
Online 30 Nov - 04 Dec 2020 Sebagai Co-Facilitator Belum tervalidasi

Berkolaborasi dengan lead fasilitator membuat rancangan sesi  dengan peserta pemangku kepentingan dari berbagai daerah sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik dengan keragaman peserta dari berbagai daerah.

Tahun 2020 adalah tahun yang berat bagi Indonesia karena dihadapkan oleh 2 krisis yang mengancam bersamaan, yaitu pandemi COVID-19 dan bencana alam. Krisis yang terjadi tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, namun juga ekonomi. Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa pada kuartal II 2020, pertumbuhan ekonomi minus 5,32%. Melambatnya aktivitas perekonomian berujung pada naiknya  jumlah pengangguran. Di tengah ketidakpastian  situasi ini, daerah juga harus bersiap dari potensi bencana alam seperti banjir, kebakaran hutan, dan longsor. Untuk bisa  bertahan dan pulih, daerah perlu bekerja keras untuk menghadirkan opsi investasi yang dapat membangkitkan ekonomi  lokal, melibatkan SDM lokal, dan memperhatikan keseimbangan lingkungan. Data menunjukkan bahwa saat ini realisasi  investasi di Indonesia bulan Januari-September tahun 2020 mencapai Rp  611,6 T, 50,7% berupa PMDN dan 49,3%  berupa PMA. Sektor yang paling banyak diminati oleh investor adalah Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi sejumlah  Rp 108,4 T atau 17,7% dari total investasi yang masuk. 3 negara yang paling banyak menanamkan modal di Indonesia  adalah Singapura, R.R. Tiongkok, dan Hong Kong RRT. Di sisi lain, saat ini banyak trend investor yang tidak hanya  mementingkan profit tapi juga dampak yang dihasilkan baik dari sisi sosial dan lingkungan. Disadur dari laporan ANGIN  “Investing in Impact in Indonesia”, Sektor yang paling banyak diminati adalah (1) makanan dan agribisnis, (2) keuangan,  serta (3) sektor industri.

Ini saatnya daerah mulai serius menarik investasi yang lestari dan berkualitas. Investasi yang lestari dan berkualitas dapat didatangkan melalui pengolahan produk turunan berbasis komoditas sumber daya alam yang mengoptimalkan faktor pendukung lainnya seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Peluang produk turunan komoditas lokal basis SDA di pasar sangat besar, karena nyatanya saat ini 90% barang yang dijual di online marketplace adalah produk impor seperti produk makanan & minuman, kesehatan, kecantikan, serta industry dan teknologi. Nilai produk turunan di level global juga besar, misalnya potensi konsumer madu alam di level global yang dapat mencapai 9,79 T pada tahun 2020.

Namun, terdapat sejumlah masalah yang teridentifikasi terkait investasi di Indonesia. Beberapa diantaranya adalah terkait sedikitnya opsi investasi yang lestari dan berkualitas, belum optimalnya kapasitas daerah untuk menarik dan mengelola investasi, serta minimnya informasi daerah yang dapat diakses oleh investor. Mengatasi tantangan tersebut, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memiliki 6 prioritas utama yaitu (1) perbaikan peringkat kemudahan berusaha; (2)  realisasi investasi  besar,  (3) mendorong  investasi  besar  bermitra  dengan  UMKM,     (4) penyebaran  investasi  berkualitas, (5) promosi investasi terfokus berdasarkan sektor dan negara, (6) peningkatan investasi dalam negeri khususnya UMKM. Sebagai  ujung tombak  investasi di Indonesia, pemerintah  Kabupaten  perlu menyiapkan  strategi dan  amunisi  untuk secara aktif menjemput investasi yang berkualitas. BKPM bekerjasama dengan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), dan asosiasi kabupaten untuk  pembangunan lestari - Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) meluncurkan konsep Ekonomi Lestari bersama di awal  tahun 2020 sebagai inovasi daerah untuk menjemput investasi berkualitas yang dicirikan dengan fokus pada kemitraan  dengan pengusaha lokal dan pengembangan nilai tambah produk dan jasa. Ekonomi Lestari menyeimbangkan aspek  lingkungan, sosial, dan ekonomi melalui lima pilar utama yakni perencanaan, kerangka peraturan, tata Kelola multipihak,  pemantauan dan pelaporan serta portfolio program bersama – ilustrasi opsi investasi di daerah tersebut. Lima pilar  tersebut hanya dapat dipenuhi apabila terjadi gotong royong lintas sektor, dinas dan pemangku kepentingan di tingkat  daerah itu sendiri.

     

    1. Masterclass fasilitasi 2020 - Facilitator Network
    Online 20 - 24 Oct 2020 Sebagai Lead Facilitator Belum tervalidasi

    Apa yang baru dari fasilitasi?

    Pengalaman dan keterlibatan kita barangkali yang membuat setiap sesi fasilitasi menjadi menarik. Makna-makna baru bermunculan seiring dengan sadar diri dan sadar ruang yang kita lakukan ketika sedang terlibat dalam fasilitasi. 

    Belajar dari mereka yang ahli, adalah cara cepat untuk naik kelas pemahaman makro dan mikro tentang penerapan fasilitasi. Terlibat dalam proyek Masterclass Fasilitasi 2020 adalah pengalaman menarik buat saya. 

    Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka:

    1. Merayakan International Facilitation Week
    2. Showcase  praktik keenam topik fasilitasi yang inspiratif di Indonesia
    3. Praktik aplikatif fasilitasi di berbagai sektor/industri di Indonesia

     

     
    Kompetensi
    A. Memahami konsep fasilitasi dan fasilitator Belum dinilai
    B. Memfasilitasi kelompok Belum dinilai
    C. Merancang dan merencanakan fasilitasi Belum dinilai
    D. Menguasai teknik, metode dan alat fasilitasi Belum dinilai
    E. Mengaplikasikan keterampilan pendukung fasilitasi Belum dinilai
    F. Mengelola proyek fasilitasi Belum dinilai
    G. Memfasilitasi untuk perubahan dan dampak Belum dinilai
    H. Memfasilitasi di berbagai konteks Belum dinilai
    I. Mengembangkan diri sebagai fasilitator Belum dinilai
     
    Kualifikasi
    Belum ada informasi
     
    Testimony
    Belum ada informasi
     
    Kontak
    Sign in/up
    Sign in: