PT Majoo Teknologi Indonesia yang berdiri sejak tahun 2019 datang dengan memberikan solusi dalam kemudahan mengelola bisnis dengan aplikasi wirausaha dengan brand “Majoo”. Aplikasi wirausaha ini digunakan untuk semua jenis usaha terutama usaha menengah mulai dari pengelolaan penjualan, pelanggan, pembayaran, inventori, keuangan, karyawan, sampai dengan pembiayaan usaha
Selama masa pandemic ini, Majoo tetap melakukan recruitment seiring dengan kebutuhan pengelolaan bisnis yang efektif dan kemajuan teknologi yang ditawarkan dari Majoo. Majoo mempunyai HQ di Jakarta dan cabang di Malang saat ini telah memiliki lebih dari lebih dari 300 karyawan yang tersebar diseluruh Indonesia.
Keadaan yang serba daring membuat hubungan relasi antar karyawan baru dan karyawan yang ada tidak berjalan dengan semestinya. Sebagian besar karyawan Direct Selling tetap bekerja dilapangan untuk mencari klien baru, mengelola klien yang lama sampai menerima komplen dari klien, namun sebagian karyawan lagi terpaksa melakukan pekerjaan secara daring dalam menyelesaikan tugasnya. Hanya departemen tertentu yang mempunyai kesempatan berinteraksi dengan karyawan baru seperti department HR atau learning development pada saat onboarding.

Untuk meningkatnya suatu daerah agar berkembang dan bertumbuh dibutuhkan bantuan sumber daya terhadap daerah tersebut. Fasilitasi hadir untuk memberikan penguatan kapasitas (pengetahuan) dalam mendorong keberhasilan investasi di Musi Banyuasin sebagai salah satu Kabupaten yang mendapatkan nilai indeks daya saing tertinggi di Indonesia.
Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), dan Kinara Indonesia bersama Climate and Land Use Alliance (CLUA) berkolaborasi untuk menggagas sebuah rangkaian program yang dapat meningkatkan daya saing daerah yang berkelanjutan.
Target Peserta dalam Lokakarya ini adalah :

PT. Panda Lestari adalah anak perusahaan dari WWF yang berdiri sejak tahun 2012. Awalnya PT Panda Lestari menjalankan bisnisnya dengan Office Space Rental Graha Simatupang dan outsourcing company yang memberikan support kepada WWF. Tahun 2015, PT Panda Lestari mengembangkan dirinya dengan mendirikan Café Panda House dengan bekerjasama dengan vendor kopi/pastry dan catering dalam menyuplai makanan dan minuman untuk kebutuhan Café Panda House pada saat itu.
Seiring berjalannya waktu, meningkatnya kepercayaan pelanggan dan pengalaman yang dilalui oleh manajemen, mulai December 2016 Café Panda House melepaskan vendor2 yang ada dan mulai merekrut sendiri waitress, tukang masak dan lain-lain. Dengan perubahan cara bisnis ini, revenue 2018 café Panda House meningkat 45% dari Revenue tahun 2017 dan diharapkan pada akhir 2019 revenue kembali naik menjadi 60% dari tahun 2018. Keyakinan ini sangat berdasar karena bertambahanya venue meeting di lantai 5 Graha Simatupang dengan kapasitas 100 orang yang diharapkan akan bertambah penjualan dari Café Panda House untuk memenuhi catering para penyewa ruang meeting.
Dengan growth yang cukup menjanjikan, PT Panda Lestari merasa perlu untuk memperbaiki proses/alur kerja yang mempunyai standar jelas sesuai kebutuhan Café Panda House saat ini dan dimasa yang akan datang.
| A. Memahami konsep fasilitasi dan fasilitator | Belum dinilai | |
| B. Memfasilitasi kelompok | Belum dinilai | |
| C. Merancang dan merencanakan fasilitasi | Belum dinilai | |
| D. Menguasai teknik, metode dan alat fasilitasi | Belum dinilai | |
| E. Mengaplikasikan keterampilan pendukung fasilitasi | Belum dinilai | |
| F. Mengelola proyek fasilitasi | Belum dinilai | |
| G. Memfasilitasi untuk perubahan dan dampak | Belum dinilai | |
| H. Memfasilitasi di berbagai konteks | Belum dinilai | |
| I. Mengembangkan diri sebagai fasilitator | Belum dinilai |